Walikota Ambon Hadiri HKG PKK ke-54 Kota Ambon. Ini Pesannya

BM.COM, AMBON – Semangat memperkuat ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat mewarnai peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 Tingkat Kota Ambon yang berlangsung di Lantai 5 Manise Hotel Ambon ( 8/6/2026 )

Kegiatan yang mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” itu dirangkaikan dengan pelantikan Koperasi Jasa Beta Par Ambon sebagai langkah nyata memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat. Tema HKG PKK ke-54 tersebut juga menjadi tema nasional yang diusung dalam berbagai peringatan PKK di Indonesia tahun 2026.

Acara tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Ambon, pengurus Tim Penggerak PKK, kader PKK dari tingkat kota hingga desa dan kelurahan, serta berbagai unsur masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, membacakan sambutan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa peringatan HKG PKK bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh kader PKK dalam mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Menurut Tri Suswati, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran sangat besar dalam membentuk kualitas sumber daya manusia dan karakter bangsa. Karena itu, penguatan 10 Program Pokok PKK menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Gerakan PKK harus kembali meneguhkan jati dirinya dengan memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Melalui penguatan tersebut, PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Lisa saat membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat.

Dalam sambutan itu juga disampaikan bahwa PKK saat ini merupakan salah satu gerakan masyarakat terbesar di Indonesia. Berdasarkan laporan tahunan PKK Tahun 2025, terdapat sekitar 91.600 kelembagaan PKK dari tingkat pusat hingga desa dan kelurahan yang didukung lebih dari 2 juta kelompok PKK dan sekitar 6,3 juta kader yang bekerja secara sukarela di seluruh Indonesia.

Ketua Umum TP PKK Pusat juga mengingatkan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas kader PKK sebagai agen perubahan yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan pembangunan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter manusia yang harus dimulai dari keluarga.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang kuat, sehat, dan tangguh. Oleh sebab itu, keberadaan PKK menjadi sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Jika kita ingin Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud, maka pembangunan harus dimulai dari keluarga. Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan masyarakat yang kuat akan melahirkan bangsa yang kuat,” tegas Bodewin.

Ia menjelaskan bahwa 10 Program Pokok PKK merupakan instrumen pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup hingga perencanaan sehat.

Melalui program-program tersebut, PKK dinilai memiliki kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan keluarga, memperkuat ekonomi rumah tangga, mengembangkan kapasitas perempuan, hingga membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Bodewin juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang menjadi tantangan bersama, seperti stunting, gizi buruk, HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, kekerasan terhadap anak, tawuran pelajar hingga meningkatnya kasus bunuh diri.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter, memberikan kasih sayang, perhatian dan pengawasan kepada setiap anggota keluarga.

“Keluarga harus menjadi tempat pertama yang memberikan perlindungan, pendidikan, dan penguatan mental bagi setiap anggota keluarga. Ketahanan keluarga adalah kunci menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Selain peringatan HKG PKK, pelantikan Koperasi Jasa Beta Par Ambon menjadi salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, membuka peluang usaha masyarakat, serta mendukung pemberdayaan perempuan dan kader PKK di Kota Ambon.

Peringatan HKG PKK ke-54 Kota Ambon akhirnya menjadi momentum untuk mempertegas komitmen seluruh kader PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, PKK, dan masyarakat, Kota Ambon optimistis dapat melahirkan keluarga-keluarga yang sehat, mandiri, tangguh, dan sejahtera sebagai kontribusi nyata menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *