Walikota Ambon Tegaskan Pengendalian Sopi dan Soroti Peran Keluarga Tangani Anak Jalanan

BM.COM, AMBON . Usai menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81 di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (5/10/2026), Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, memberikan penegasan terkait polemik peredaran minuman keras (miras) jenis sopi serta penanganan anak jalanan di Kota Ambon.

Di hadapan awak media, Bodewin meminta agar masyarakat maupun pihak terkait tidak lagi memperpanjang polemik mengenai wacana penataan sopi.

Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah keselamatan dan kebaikan masyarakat luas.

“Saya tidak mau lagi berpolemik soal sopi lah. Niat saya adalah menyelamatkan kita semua. Saya tidak pernah menyampaikan ide ini untuk legalisasi sopi, yang saya sampaikan adalah pengendalian dan pengawasan,” tegas Bodewin di Lapangan Merdeka Ambon.

Ia menambahkan, pengawasan dan pengendalian ketat sangat diperlukan guna menekan peredaran miras yang berpotensi memicu berbagai dampak buruk sosial dan kriminalitas di tengah masyarakat.

“Mari kita lihat, kita berharap stop dengan kasus miras yang berakibat buruk bagi banyak orang,” ujarnya.

Selain persoalan sopi, Walikota Bodewin turut menanggapi isu maraknya anak jalanan yang sempat viral di media sosial. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Ambon telah berulang kali mengambil tindakan penertiban hingga pembinaan edukatif bagi para anak jalanan tersebut.

“Anak jalanan ini kan kita sudah lakukan tindakan, edukasi berkali-kali. Catat bahwa mereka yang kemarin viral di medsos itu, itu sudah kita lakukan tindakan berkali-kali. Sudah dibawa ke orang tuanya, sudah bikin surat pernyataan bahwa mereka menyanggupi untuk tidak membiarkan anak-anaknya kembali ke jalanan,” ungkapnya.

Namun, Bodewin menyayangkan para anak jalanan tersebut masih kerap kembali ke jalanan meskipun pembinaan dan pemanggilan orang tua sudah dilakukan. Menurutnya, kunci utama penyelesaian masalah anak jalanan berada di lingkungan keluarga.

“Tapi apa yang terjadi? Balik dan balik lagi. Jadi ini butuh kesadaran bersama, keluarga yang paling penting. Kalau keluarga tidak peduli dengan anak-anak, ya apa yang bisa kita lakukan?” pungkas Bodewin. (*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *