BM.COM, – Suasana Taman Budaya Karang Panjang, Ambon, Jumat (24/4/2026) malam, dipenuhi gelak tawa. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena bersama Ketua TP PKK Kota Ambon, Ibu Lisa Wattimena hadir langsung menyaksikan Master of Ceremony Comedy, ajang kreasi anak muda yang mengusung monolog komedi.
Acara ini menjadi ruang bagi para komika untuk membawakan materi orisinal yang diangkat dari keresahan, fakta, pengamatan sosial di sekitar, serta pengalaman pribadi yang dikemas secara jenaka. Kegiatan tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya industri kreatif dan hiburan sehat di Kota Ambon.
Tampil sebagai pelaku utama adalah komika Jhon Laratmase yang sukses mengocok perut penonton dengan materi segar seputar kehidupan anak Ambon. Acara dipandu oleh Rian Majapahit sebagai MC yang menjaga alur pertunjukan tetap hangat dan interaktif.
Tak ketinggalan, dua opener asal Kota Ambon, Clif Sipahelut dan Julio Anderson, membuka panggung dengan materi yang tak kalah menghibur. Penampilan mereka mendapat sambutan meriah dari ratusan penonton yang memadati Taman Budaya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrik Moenandar, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon. Kehadiran para pejabat ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kreativitas generasi muda.
Dalam keterangannya, Wali Kota Bodewin Wattimena mengapresiasi inisiatif anak muda Ambon yang berani menyuarakan kritik sosial lewat komedi. “Ini bukti anak muda Ambon kreatif dan berani. Pemerintah akan terus mendukung ruang-ruang ekspresi seperti ini. Lewat komedi, pesan bisa sampai tanpa menggurui,” ujar Bodewin.
Ketua TP PKK Kota Ambon, Ibu Lisa Wattimena, menambahkan bahwa kegiatan positif seperti ini penting untuk menyalurkan bakat sekaligus menjaga anak muda dari pengaruh negatif. Ia berharap _Master of Ceremony Comedy_ bisa menjadi agenda rutin di Kota Ambon.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Para penonton pulang dengan wajah sumringah, membawa pesan bahwa keresahan bisa disampaikan dengan tawa, dan tawa bisa menyatukan warga kota. (*








